Sunday, July 22, 2012

Yuk Ngaji Tafsir Qur'an, Hadits & Fiqih - Ramadhan 1433 H

Assalamu'alaikum wr wb
Alhamdulillah kita masih diberi kesempatan untuk menunaikan ibadah shaum (puasa) di bulan Ramadhan 1433 yang Mubarrak ini. Yuk segarkan ruhani kita sepanjang Ramadhan ini dengan menyimak audio mp3 pengajian yang dapat diakses dan di-download (diunduh) melalui pranala berikut ini:


Silakan diunduh sebagai koleksi pribadi atau dibagikan kepada keluarga dan kolega tercinta.
Semoga bermanfaat bagi kita semua... barakallahu fikum..
Wassalamu'alaikum wr wb

Wednesday, January 14, 2009

Shalat Media Komunikasi dengan Allah SWT


[Dari Model 5T menuju 5M]


Shalat merupakan bagian terpenting dalam kehidupan seorang muslim, bahkan merupakan puncak tertinggi dalam berkomunikasi dengan Allah SWT. Shalat inilah mi'raj-nya manusia dengan Sang Pencipta. Namun kenyataannya tidak demikian, sebagian besar umat islam masih melaksanakan shalat dengan konsep 5T.

Shalat 5T

1. Terpaksa

Shalat dilaksanakan sebatas pada kewajiban, bukan sebagai kebutuhan. Andaikan shalat tidak diperintahkan, pasti ditinggalkan.

2. Tersiksa
Saat adzan memanggil untuk shalat, kita seringkali berada dalam kondisi tertekan dan tersiksa. Shalat dirasakan sebagai sesuatu hal yang mengganggu aktivitas kehidupan kita.

3. Teringat
Tidak sedikit diantara kita, saat mengangkat kedua tangan dan mengumandangkan Allahu Akbar. Sesuatu yang terlupakan menjadi ingat kembali sehingga shalat seringkali menjadi ajang untuk mengingat sesuatu yang terlupakan.

4. Tergesa-gesa
Tak adanya kekhusyukan dalam shalat, maka yang terlintas dalam diri kita bagaimana menyelesaikan shalat dengan cepat (Patas).

5. Terlupakan
Shalat tak membawa bekas mendalam bagi pelakunya. Sehingga selesai melaksanakan shalat terkesan dari wajahnya yang datar-datar dan biasa-biasa saja. tak ada sesuatu yang istimewa.

Shalat 5M

Shalat dengan konsep 5T tentu tidak akan memberikan makna yang mendalam bagi para pelakunya, yang didapat hanya capek dan lelah karena hanya sekedar menjalankan kewajiban. Oleh sebab itu sudah waktunya sisa umur yang kita miliki untuk meningkatkan kualitas shalat dengan konsep 5M.


1. Menyenangkan
QS. A-Mu'minum: 23 (1-2)
“Sungguh beruntung orang-orang mukmin (yaitu) orang-orang yang khusyu' dalam shalatnya”.

2. Merindukan
QS. Thoha (14)
“Sungguh Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan selain Aku, Maka sembahlah Aku dan dirikan sholat untuk mengingat Aku”.

3. Menolong
QS. Al-Baqarah: 2 (45-46)
“Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh amat berat kecuali bagi orang-orang yang khusyu' (yaitu) orang-orang yang meyakini bahwa mereka akan menemui Tuhannya dan bahwa mereka akan kembali kepadanya”.

4. Memelihara
QS: Al-Ankabut: 45
“Kerjakanlah shalat, sesungguhnya shalat itu mencegah dari perbuatan yang keji/jahat dan mungkar”.

5. Menentramkan
QS: Ar-Ra'du, 28
“Bukankah dengan mengingat Aku, akan dapat menentramkan hati yang kalut”.


Nilai Investasi Shalat bagi Seorang Muslim


A. Perintah Tanpa Perantara
“Maha Suci Allah yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya, agar Kami perlihatkan kepadanya sebagai dari tanda-tanda kebesaran Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat, (QS: Al-Isra', 17:1).

Shalat diperintahkan Allah pada Tahun 621 M, ketika Rasulullah berada dalam usia 51 Tahun. Isra' dan mi'raj berlangsung 1 tahun sebelum nabi hijrah ke Madinah (622 M). Rasul meninggal dunia pada tahun 632 M dalam usia 62 tahun. Berarti Rasulullah mendirikan shalat (sesuai perintah Allah) selama 11 tahun.

B. Ibadah yang Pertama Dihisab
“Sesungguhnya amala ibadah seorang hamba yang mula-mula diperhitungkan pada hari kiamat ialah shalatnya, jika shalatnya baik maka sungguh ia telah beruntung dan berbahagia. Jika shalatnya rusak, maka sungguh telah sia-sia usahanya dan jadilah dia orang-orang yang merugi”. (HR. At-Turmidzi).

C. Menolong bagi Manusia
“Hai orang-orang yang beriman jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar”. (QS: Al-Baqarah, 2:153).

D. Menuntun Jalan Kebajikan
“Hai orang-orang yang beriman, ruku'lah kamu, sujudlah kamu, sembahlah Tuhanmu dan berbuatlah kebajikan, supaya kamu mendapat kemenangan”. (QS: Al-Haj, 22:77)

E. Mencegah Perbuatan Keji dan Mungkar
“Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al-Kitab (Al-Qur'an) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaanya dari ibadah-ibadah yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan”. (QS: Al-Ankabut, 29:45)

F. Menyia-nyiakan, Shaqar Tempatnya
“Apakah yang memasukkan kamu ke dalam Saqar (neraka). Mereka menjawab: “Kami dahulu tidak termasuk orang-orang yang mengerjakan shalat”. (QS: Al-Mudatzir, 74:42-43)
“Maka datanglah sesudah mereka, pengganti yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka kelak mereka akan menemui kesesatan”. (QS: Maryam, 19:54)

G. Melatih Kesabaran
“Hai orang-orang yang beriman jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar”. (QS: Al-Baqarah, 2:153).

H. Menghapus Dosa-Dosa
“Dan dirikanlah Shalat itu pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bahagian permulaan daripada malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat”. (QS: Huud, 11:114).


Indah & Nikmatnya Berdzikir kepada Allah SWT


[1] “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah) bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo'a apabila ia memohon kepada-Ku” (QS: Al-Baqarah, 2:186).


[2] “Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Allah. Bukankah dengan mengingat Allah hati menjadi tentram” (QS: Al-Ra'du, 13:28).


[3] “Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku, niscaya Aku ingat kepadamu dan bersyukurlah kepada-Ku dan janganlah kamu mengingkari ni'mat-Ku” (QS: Al-Baqarah, 2:152).


[4] “Dan sebutlah (nama) Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut dan tidak mengeraskan suara, di waktu pagi dan petang dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai” (QS: Al-A'raf, 7:205).


[5] “Dan jika ia mendekat kepada-Ku sejengkal maka Aku mendekat kepadanya sehasta, dan jika ia mendekat kepada-Ku sehasta, Aku mendekat kepadanya sedepa dan jika ia datang kepada-Ku berjalan maka Aku datang kepadanya berlari” (Lu'lu' wa-Almarjan, Jld 3/238, H 1746).


[6] “Tidak ada amalan anak cucu Adam yang lebih menyelamatkan dari siksa Allah selain dzikrullah” (HR. Ahmad dan Thabrani).


[7] “Perumpamaan rumah yang didalamnya dipergunakan dzikir kepada Allah, dengan rumah yang didalamnya tidak pernah ada dzikir kepada Allah, bagaikan perbedaan orang yang hidup dan mati” (HR. Bukhori dan Muslim).



Friday, October 3, 2008

Idul Fitri 1429 | 2008















Kenangan Idul Fitri 1989-1991

Keluarga HM Bucharie | Idul Fitri 1989?


::

Keluarga HM Bucharie | Idul Fitri 1990


::

Keluarga HM Bucharie | Idul Fitri 1991


Duduk di sofa dari kiri ke kanan:
Oktava, Papah, Nana Boy, Mamah (almh), Septima

Duduk di tepi kiri dan kanan sofa: Prima, Sakonda
Berdiri dari kiri ke kanan: Kwinta, Terta, Seksta, Kwarta

::